And now I'm standing in the crossroad....
Ada saatnya untuk memilih dan menjalani sebuah pilihan. Aq mau share sedikit about my-seems-so-perfect-life. Aq anak tunggal. Dari kecil selalu dimanja, diperlakukan just like princess. Dilayani, dijaga setengah mati, dan disipakan segala halnya. So sejak kecil aq ga pernah merasakan bagaimana rasanya membuat suatu pilihan dan merasakan seperti apa beratnya memperjuangkan dan menjalani sebuah pilihan.
It's true story of me. I never decide anything since I was born. Dan sekarang aq menyadari bahwa hal itu membuat aq tidak bertumbuh, tidak dewasa seperti apa yang seharunya. Sejak kecil aq adalah anak yang penurut. Menjalani semua perintah orang tua, tanpa pernah berpikir apakah hal itu baik atau benar untuk aq. Dan hal tersebut berlangsung hingga saat ini. Setiap saat aq melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginan parents, mereka akan mengarahkan (bahasa lembutnya dari memaksa) kembali sesuai dengan keinginan mereka. Dengan ancaman, tetap jadi anak mama dan papa atau tidak. Segala hal dalam kehidupanku diatur, mulai dari dengan siapa aq bisa berteman hingga masa depan ku. Sungguh semua itu membuat ku lemah dan tidak mandiri.
Untung saja akhirnya saya mengalami sebuah proses pembelajaran dimana aq benar-benar harus memilih antara menjadi diri ku sendiri atau selamanya menjadi robot yang dikendalikan oleh orang tua ku. Dan itu adalah pilihan yang berat. Karena konsekuensinya pun berat. Aq sama sekali tidak bermaksud untuk menjadi durhaka, karena aq sangat sayang sama kedua orang tua ku. Bagaimanapun juga aq menyadari diriku adalah satu2nya putri mereka dan harapan mereka semua tertuju padaku. Aq sama sekali tak ingin mengecawakan mereka. Dan aq yakin aq bisa melakukan sesuatu dengan caraku sendiri, karena suatu saat nanti juga aq harus menjadi lebih mandiri dan dewasa for my own sake.
Dan di saat aq berdiri di persimpangan seperti ini, aq memilih untuk menjalani proses pendewasaan itu. Proses untuk menjadi dewasa, proses menjadi Fella sebelum semuanya terlalu terlambat. Apapun konsekuensinya aq sudah harus mantap dan yakin dengan jalan pilihanku. Karena itu aq bersyukur dengan didikan keras dari orang tua ku yang memaksa aq untuk tidak menjadi cengeng. Walaupun aq anak perempuan, tapi mereka mendidikku bagaikan anak laki-laki yang tegar dan berani. Dan aq bersyukur akan semua cinta kasih yang mereka berikan hingga saat ini sampai selama-lamanya (I know they will).
Now I'm ready to fly....
I Love you Mom and Dad
xoxo
Beatrice Fella Karundeng
Sabtu, 07 Februari 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)




2 komentar:
Sometimes parents are not easily to be understood..but i m proud of you when you said " i love you mom and dad"
that's my gal...
good luckkkkk fellaaa...
u know ada saat2 dimana hubunganmu sama ortu mjd horizontal.. bukan vertical lagi kayak waktu kamu masih kecil..
klo udah horizontal.. ortu tuh kayak jadi sahabat, bukan 2 orang yang hrs diturutin smua perkataannya.. km jd lbh bisa berunding, diskusi and open mind sama mreka :)
Posting Komentar