Love is in the air....

Love is in the air....
Love is in the air....

Rabu, 12 November 2008

True Love and Sacrifice

Pernah lihat film Poseidon??? Atau sekedar mendengar?? Film ini berkisah tentang sebuah kapal pesiar mewah yang tenggelam karena terkena ombak yang sangat besar semacam tsunami. Hanya beberapa orang yang berhasil selamat, dan banyak yang meninggal entah karena terbakar, tenggelam, kejatuhan berbagai benda yang berada di kapal. Beberapa orang yang berhasil selamat ini benar-benar berjuang untuk hidup. Untuk itu mereka benar-benar saling membantu meskipun tidak saling mengenal, dan ada juga yang mengorbankan dirinya atau mengorbankan orang lain demi keselamatannya. Yang menarik adalah kisah mengenai sepasang kekasih yang baru saja bertunangan di kapal dan seorang ayah yang sangat mengasihi anak gadisnya. Ada sebuah adegan yang sangat menarik. Saat itu kondisi memaksa seseorang harus berkorban demi keselamatan bersama. Ia harus menarik sebuah katup yang telah tertutup air. Saat itu sang pria (yang baru saja bertunangan) dianggap paling muda dan paling kuat untuk berenang lama. Ketika sang pria sedang berpamitan dengan kekasihnya, ayah sang gadis melihat sesuatu dan hatinya merasa tidak enak. Sang Ayah sangat mencintai anaknya, dan ia tahu sang anak tentunya akan sangat sedih bila sampai sesuatu terjadi pada tunangannya. Sementara ia sendiri merasa dirinya harus melakukan sesuatu yang dapat menyelamatkan putrinya dan beberapa orang yang bersama mereka. Ia tahu kemungkinan terburuknya adalah kematian. Tapi tampaknya ia tak mempedulikan hal tersebut. Yang ia rasakan hanyalah cinta yang besar terhadap anak gadisnya, dan ia ingin anaknya bahagia. Putrinya masih memiliki masa depan yang panjang bersama tunangannya. Sementara tugasnya sebagai ayah adalah membahagiakan putrinya. Maka ia pun memutuskan dirinya yang melompat ke dalam air dan menarik katup yang dimaksud. Ia tak mengatakan apa-apa, melompat begitu saja. Membuat anaknya dan tunangannya sangat terkejut. Mereka tak tahu harus berbuat apa, karena kondisi mereka sendiri sedang gawat. Kapal akan segera tenggelam. Sang Ayah yang berenang untuk mencari katup itu menemukan bahwa katup yang dimaksud telah rusak. Oksigennya pun menipis. Ia butuh udara tapi tak ada cukup waktu untuk naik dan mengambil napas. Maka ia berpikir apa yang dapat ia lakukan untuk menyelamatkan yang lain. Di saat-saat terakhirnya ia menekan sebuah tombol yang mampu menyelamatkan mereka semua, dan ia sendiri meninggal karena kehabisan nafas.

Benar-benar sebuah pengorbanan yang dilakukan oleh sang ayah. Itulah yang akan dilakukan oleh semua ayah, saya kira. Kejadian ini sedikit mirip dengan apa yang dilakukan Tuhan untuk kita. Ia rela mati untuk menyelamatkan kita semua. Sama seperti sang ayah, Tuhan juga memiliki pilihan. Ia bisa saja memilih untuk diam saja dan membiarkan kita manusia ini binasa. Sang ayah bisa saja diam dan menyuruh tunangan putrinya untuk menyelam yang mungkin akan mengorbankan tunangan putrinya dan mungkin juga yang lainnya. Tapi keduanya sama-sama memutuskan untuk mengorbankan diri mereka. Apakah alasannya??? Apa yang mendorong mereka melakukan hal-hal yang luar biasa semacam itu???

Saya tak dapat memikirkan jawaban lainnya selain kasih sayang dan cinta. Kasih sayang ayah pada anaknya, kasih sayang Tuhan pada kita. Bukankah cinta itu sesuatu yang luar biasa? Cinta dapat menggerakkan seseorang untuk berkorban demi orang-orang yang dicintainya. Cinta sama sekali tak membutuhkan waktu lama untuk berpikir apa yang terbaik bagi orang-orang yang dicintainya. Itulah cinta. Mampukah kita mencintai seperti itu? Mungkin kita tak perlu mengorbankan nyawa kita. Lihat saja hal-hal kecil, seperti waktu atau pekerjaan. Mampukah kita mengorbankan waktu dan pekerjaan kita demi orang-orang yang kita cintai seperti keluarga kita? Orang tua kita, anak-anak kita, atau pasangan kita? Mari kita sama-sama merenungkan hal ini. Cukupkah cinta yang kita berikan pada mereka? Bila masih kurang, maka mulailah untuk mencintai! Sebelum semuanya terlalu terlambat.

PS: Sebenernya yang pengen aku bahas disini, betapa seringkali di tengah-tengah segala kesibukan dan aktivitas kita sehari-hari, kita lupa bahwa kita masih memiliki keluarga. Mereka adalah orang-orang yang kita kasihi dan mengasihi kita. Tapi berapa banyak waktu yang kita luangkan untuk mereka? Ataukah kita lebih mementingkan pekerjaan kita dan bisnis-bisnis kita dibandingkan mereka yang mencintai kita??? Kalau memang Anda mencintai keluarga Anda (dan saya yakin Anda mencintai mereka!!!), maka berikan mereka cinta sebanyak-banyaknya seolah-olah hari esok mungkin tak akan pernah tiba.

Tidak ada komentar: